Artikel dalam blog ini adalah karya asli penulis. Beberapa artikel pernah penulis unggah diblog yang lain sebelumnya, yang pada saat ini blog tersebut telah penulis hapus. Disamping itu, sebagian juga merupakan pindahan tulisan dari web geo.fis.unesa.ac.id mengingat keterbatasan space pada web tersebut. Pembaca diijinkan untuk menyitir artikel dalam blog ini, tetapi wajib mencantumkan nama blog ini sebagai sumber referensi untuk menghindari tindakan plagiasi. Terimakasih

Saturday, September 27, 2014

Citra Digital



Pengertian citra secara umum adalah merupakan suatu gambar, foto ataupun berbagai tampilan dua dimensi yang menggambarkan suatu visualisasi objek. Citra dapat diwujudkan dalam bentuk tercetak ataupun digital. Citra digital adalah larik angka-angka secara dua dimensional (Liu and Mason, 2009). Citra digital tersimpan dalam suatu bentuk larik (array) angka digital yang merupakan hasil kuantifikasi dari tingkat kecerahan masing-masing piksel penyusun citra tersebut.
Citra digital yang tersimpan dalam larik dua dimensi tersusun atas unsur-unsur kecil yang disebut dengan piksel. Masing-masing piksel terkait secara spasial dengan area di permukaan bumi. Struktur array ini tersusun dalam baris horisontal yang disebut baris (Lines) dan kolom vertikal (Samples). Masing-masing piksel dalam raster citra menyimpan nilai tingkat kecerahan piksel yang diujudkan sebagai suatu angka digital. Susunan piksel dalam struktur array citra digital yang tersebut disebut dengan data raster.
Sebagai suatu susunan dari angka digital, beberapa bentuk operasi matematis dapat diberlakukan terhadap citra digital tersebut. Operasi matematis atas suatu citra digital disebut dengan pengolahan citra digital.
Citra digital dapat memiliki dimensi ketiga yang disebut dengan layer. Layer adalah suatu citra yang sama tetapi memiliki informasi yang berbeda dengan informasi pada layer-layer lainnya. Pada citra satelit layer yang divisualisasikan secara multispektral, layer berupa saluran atau band yang berbeda dari citra yang sama tersebut.
Citra satelit merupakan salah salah satu bentuk dari data citra digital. Citra satelit memiliki parameter koordinat spasial (x,y) dan parameter panjang gelombang (λ). Dengan tiga parameter tersebut, sebuah citra dapat dibayangkan sebagai sebuah data dengan tiga dimensi yaitu (x,y,λ) (Schowengerdt, 2007).
Data  raster citra satelit yang memiliki georeferensi dapat ditumpangsusunkan dengan data lain yang memiliki georeferensi yang sama. Sebagai contoh, sebuah data citra satelit landsat TM yang telah memiliki georeferensi dapat ditumpangsusunkan dengan peta digital seperti peta administrasi, peta geologi, peta jaringan jalan dan lain-lain.

Referensi

Liu, J.G., Mason, P.J. 2009. Essential Image Processing and GIS for Remote Sensing, John Wiley and Sons, Chichester.
Schowengerdt, R.A., 2007. Remote Sensing Models and Methods for Image Processing. Third Edition. Elsevier. London.